Pages

1# Hal yang disukai

0 komentar

Berjuta kata yang terpikir entah kenapa saat dituliskan kata-kata itu buyar seketika.

Itu pendapat saya. 

Malu rasanya suka ngaku-ngaku waktu kecil bercitakan penulis.

Bahwasanya menulis untuk sampai kalimat ini saja sudah merupakan alhamdulillah bagi saya.

 Yasudah sampai sini saja.

Mudah-mudahan nanti ada kemajuan. Hehe 

---30 menit kemudian--- 

Terpikir oleh saya bagaimana kalau menulis hal yang menyenangkan bagi saya ? 
Salah satunya buku.
Ya, saya suka baca eits tapi buku yang saya suka ajaloh. 
Yang saya sukai adalah; Agatha Christie; hampir semua buku-bukunya telah saya baca.

Baik dengan cara meminjam, ebook, atau beli bekas hehe.

 Judul buku yang saya punya antara lain; 1. Poirot melacak ; buku pertama AC yang saya punya, awal saya berkenalan dengan Agatha Christie. Jujur saja dulu gak terlalu suka baca buku ini mungkin karena dalam misi membuat tugas sinopsis jaman kelas dua smp. Dan kala itu saya lebih suka komik dan kumpulan cerpen bobo. Hehehe Kondisi : beli bekas di Terminal Senen. Lupa taro. 2. Pembunuhan di Wisma Pendeta ; belinya berbarengan sama Poirot melacak. Menurut saya terlalu bertele-tele gaya miss Maple. Bikin ngantuk. Tapi akhirnya buku ini yang saya pakai untuk tugas sinopsis soalnya Poirot melacak kumpulan kisah pendek. Kondisi : beli bekas di Terminal Senen. Buku masih ada sampai sekarang. 3. Gadis Ketiga ; setelah dua buku tadi, saya lupa urutan beli bukunya mana dulu. Tapi saya tetapkan judul ini. Karena apa? Soalnya saya punya tiga judul buku ini. Sekarang sih cuma ada dua. Bukan karena saya lupa kalo udah punya buku ini. Cuma kondisi buku jelek, nah yg ketiga kali beli baru amat bagus hehe. Salah satu bukunya saya kasih temen dalam rangka memviruskan Agatha Christie Fever! ;)) Kondisi : beli di Terminal Senen, sama abang Medan. Sedikit memory merambat dikenangan saya. Sepertinya buku Poirot Melacak dan Wisma Pendeta itu juga di abang Medan. Buku masih ada, yatapi tinggal dua. Hehe 4. Satu, Dua, Pasang Gesper Sepatunya ; Salah satu buku yang mengungkitkan kecintaan saya terhadap AC. Sebenernya rentang baca AC ini agak jauh. Awalnya saya berkenalan pas kelas dua smp itu tuh dibuku Poirot Melacak dan Wisma Pendeta. Nah baru beberapa tahun kemudian saya baru menyukai AC ini. Tepatnya pas saya sudah lulus smp, lulus sma. Wah! Iya, salah satu atasan saya di tempat kerja saya yg pertama ternyata sangat menggemari AC ini. Jadilah saya mulai berkenalan sama buku-buku AC kembali. Yang saya ingat, buku yang pertama kali saya pinjam adalah Pembunuhan ABC sama Mengungkit Pembunuhan. Kondisi : buku bekas, beli sama abang medan lagi. Jadi langganan. Masih ada. 5. Tragedi Tiga Babak. Kondisi : sama seperti diatas. 6. Maut di Udara. Kondisi : idem 7. Kasus-kasus perdana poirot. Kondisi : idem 8. Matinya Lord Edgware ; Kondisi : idem. Dibeli sekitar tahun 2011. 9. Mrs. Mc Ginty sudah mati ; Sebenernya belinya bareng sama Matinya Lord Edgware. Tapi dipinjem sama temen sekolah Mrs.Mc Gintynya bukan sudah mati jadinya sudah hilang. Hiks 10. 10 Anak Negro ; Bukunya HILANG!!!!! Tapi untung punya dua, tinggal yg versi baru judulnya Lalu semuanya lenyap. Kondisi : 10 Anak negro covernya yg pernah post di facebook. Tapi sayang hilang :(. Kalo yg Lalu semuanya lenyap hadiah ulang tahun yang ke 21 dari si Aji. Hehe makasih ya :) 11. Tugas-tugas hercules ; Kondisi : beli bekas tapi bagus. Sama abang medan kayaknya lupa. Masih ada 12. Mawar tak berduri ; 13. Menuju Negeri antah berantah ; 14. Menuju titik nol ; Kondisi : sama kaya diatas. 15. Misteri di Styles ; Sebenernya beli buku ini bareng sama Tirai, 10 anak negro. Pernah post di facebook. Alesannya beli buku yg pertama poirot, buku terakhir, sama the bestnya. Sayang yg 10 anak negro dan tirai hilang entah dimana :( Kondisi ; masih ada kalo yg ini. 16. Mata rantai yang hilang ; Buku tukeran sama perpus keliling. tuker sama AC juga lupa yg mana. Kondisi ; masih ada. 17. Mengail di air keruh ; Kondisi ; beli bekas di Terminal senen. Masih ada 18. Misteri Karibia 19. Rahasia Chimneys 20. Kubur berkubah 21. Dan cermin pun retak Seinget saya belinya sama buku satu lagi, tapi kenapa tinggal empat ya. Buku yg di rasa ilang tuh rumah gema. Beli barengan sama Bang Azam di terminal senen. Bang Azam jualannya deretan toko buku zico utama. Trus ini buku baru semua. Masih segel. 22. Setelah pemakaman ; Buku paling terakhir beli di senen. Tahun 2013 akhir kalo gak salah. Sama ibu yg selalu pake topi lebar. Sebelahnya Bang Azam. Cuma lima belas ribu. Udah bikin beberapa lembar ebooknya trus keburu keok hehe. 23. Buku catatan Josephine : 24. Misteri burung hitam ; Beli di Bukumoo Satu Dua Tiga online shop facebook. Baru-baru ini sekitar bulan maret 2014. Kondisi buku bagus. 25. Rumah di tepi kanal ; 26. Pesta Halloween ; 27. Misteri Sittaford ; 28. Saksi bisu Beli sama agan Valentino di kaskus. Awal april ceritanya sebagai hadiah ulang tahun untum diri saya sendiri. Kondisi buku bagus. Tapi ternyata saksi bisu pernah baca hehe. Kalo ditilik dari beberapa buku yang saya inget betul kalo punya tapi hilang. Kayaknya besar kemungkinan ada judul buku yang terlupa dan hilang hiks. 

2# Hal yang disukai (Sidney Sheldon & Mary Higgins Clark)

0 komentar

Menyambung catatan sebelumnya.
Tentang hal yang disukai dan menyenangkan ;).  Salah satunya membaca; Agatha Christie. Dan tentu saja ada fase dimana saya kehabisan stok bacaan Agatha Christie.

Maka entah kapan awalnya saya mulai melirik karya-karya lain. Seperti Sidney Sheldon dan Mary Higgins Clark.
Sebagai catatan kedua pengarang inilah yang mulai membuka sisi "romance" saya hehe.

Adapun Sidney sheldon yang saya punya;
1. Sosok asing dalam cermin
2. Ratu berlian
3. Bila esok tiba
4. Kilau bintang menerangi bumi
5. Padang bayang kelabu
6. Lewat tengah malam
7. Konspirasi hari kiamat

Sebenarnya saya amat menyukai karya-karya SS, tapi sayang sekali judul bukunya tidak terlalu banyak.

Sedangkan untuk Mary Higgins Clark buku yang saya punya lebih banyak, yaitu ;
1. Puteri Kesayangan Ayah
2. Suka musik,suka dansa
3. Kita kan jumpa lagi
4. Masih ada kesempatan
5. Dia melihatmu selagi kau tidur
6. Kekasihku sunday
7. Malam saatnya aku beraksi
8. Jangan menangis lagi, putriku
9. Kota kenangan
10. Tangisan di malam hari
11. Sang pengintai
12. Kan kutemui dikau
13. Anggap dia angin lalu
14. Sebelum aku pergi
15. Izinkan kumemanggilmu kekasih
16. Kau milikku
17. Saat si cantik terlena

Saya mengenal Mary Higgins Clark dari ebook Puteri Kesayangan Ayah, dan penuh dengan perjuangan membacanya. Karena format pdfnya rada buram. Rada susah untuk dibaca di hp n73 saya kala itu. Tapi, saat membaca buku ini. Sampai nangis nyesek rasanya. Gak nyesel.

Tapi tidak semua buku Mary Higgins saya suka.
Saya masih suka pilih-pilih sinopsis ketika membeli.
Masalahnya  ada buku yang mengandung mistis cerita malaikat; yang tidak masuk akal buat saya. Nyata benar ditempeli kalimat Kisah ini Fiksi belaka.

Kesemua buku diatas kondisinya beli bekas, kecuali Puteri Kesayangan Ayah. Saya pesan khusus di salah satu online shop.

Oh ya, tentang pengarang lain.
Atasan saya yang men-CLBK-kan kembali saya dengan AC sempat memviruskan saya dengan Sandra Brown.
Tapi tidak berhasil.
Satu-satunya buku Sandra Brown yang saya punya dan saya sukai adalah Mirror Image yang kebetulan judulnya sama dengan karya Danielle Steel.
(Mirror Imagenya Danielle Steel jadi kesukaan si Mama, kalau yang Sandra Brown pas baca terngiang-ngiang sama Cinta Paulina ?)

Ada beberapa orang yang sering banget memviruskan saya dengan Sherlock Holmes! Tapi sayang sekali gak terlalu suka soalnya susah buat diimajinasikan hehe. Tapi kalau untuk cerita serialnya :Sherlock. Suka banget ;) ataupun filmnya masih lumayan lah.

Laporan Perjalanan (Laper) Sementara Jog-Jakarta 27-30 April

0 komentar

Sebetulnya, gak ada niatan buat nulis (laper)laporan perjalanan kayak gini, karena kebetulan gue masih kenyang setelah makan pagiiiiiiiii sekali di pemberhentian sebelumnya.

Jam 14.30 beberapa wanita cantik terlihat memasuki taxi dari jalan sosrowijayan.
Dengan tujuan ringroad selatan untuk kembali ke Jakarta menggunakan Jog-Jakarta Bis rosalia indah super eksekutif dengan waktu keberangkatan (katanya) pukul 15.30. Dengan no bis 359 seharga 190ribu.
Dapet kursi dibelakang supir. Nomer 1b,1c,2b,2c. (Big thanks buat Mas Daud (temennya cici novi yang uda bookingin bis jauh-jauh hari dan nyariin kursi yang enak hehehe)

Hampir sejam kemudian memasuki area ringroad selatan, dan sedikit cemas dikarenakan macet yang berkepanjangan padahal waktu sudah menunjukkan pukul 15.30 lewat.
Tetapi, alhamdulilah bis belum tiba.
Jam 17.00 tepat berangkat dari pool ringroad selatan padahal dibagian informasi harusnya berangkat pukul 16.00.

Pukul 20.00 tiba di kebumen, makan malam di rm lestari.
Dengan menu capcay, ayam goreng manis, tahu goreng, kari kepala ayam/ceker.
Untuk catatan; makanannya Enak heheheh, mungkin karena selama di jogja makanannya belum nemu yang pas kali ya?
Pukul 03.30 lupa liat jam sekitar segitu lah.
Berhenti di rm rosalia indah indramayu.
Dengan menu breakfast roti canies rasa coklat dan risol serta secangkir teh hangat.
Dan sekali lagi, untuk catatan; Risolnya enak. Gue makan dua (sisaan orang punya belom dimakan gak tau punya siapa hahahaaha).

Catatan: terdapat fasiltas ac + kursi yang lumayan nyaman + dudukan kaki + selimut + bantal + air mineral gratis.
Sedikit surprise saat berhenti untuk makan malam pertama karena saat naik ke bis lagi.
Selimut serta bantal yang gue tinggalin aut-autan (acak-acakan) gegara laper berat(!) dirapikan kembali sama mas-masnya. Hehehehehe
Di kaca bis terdapat stiker free wifi?.

Ada juga info dari temen saya , si eja (big thanks Ja! Yang mau bantuin angkutin buntelan-buntelan gue dari Jogja :ehehe Recommended Friend lah) katanya bis ini ada fasilitas stop kontak. Entah kenapa saya belom menemukan tanda-tanda kehidupannya.
Ceileeeeh. Dan sekarang saudara-saudari batre saya sudah memasuki nyawa terakhir, power bank pinjeman juga sudah tak bernyawa.
Hiks semoga saja ada moment bagi saya supaya bisa gak malu bertanya, walaupun gak ada efek tersesat dijalannya sih.

Semacam cerita dongeng

0 komentar

Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang putri yang sangat cantik jelita pada zamannya, zaman dahulu kala dan tentu saja cantik jelita menurut gambaran ceritanya.

Alkisah sang putri cantik jelita tinggal di zaman dahulu kala.
Yaitu, zaman dimana maraknya cerita dongeng. Zaman dimana sang tokoh utama berkewajiban untuk menjadi istri pangeran.
Lihat saja snow white yang hampir terbunuh karena kecantikannya. Atau cinderella yang kecantikannya bikin iri saudara tirinya.
Atau pula cerita itik buruk rupa yang akhirnya berubah jadi angsa nan cantik jelita.

Lanjut cerita, sang putri hidup sebatang kara, tak punya siapa-siapa ataupun apa-apa.
Tapi masih menjalani hidup dengan penuh suka cita dan cinta.
Hari-harinya dipenuhi dengan senandung ria layaknya pentas opera van java.

Suatu hari, sang putri berdo'a agar menjadi orang sukses.
Dan karena keuletannya jadilah ia putri yang sukses, dalam hal ini menjadi saudagar.
Namun, saat sudah mencapai impiannya, ia tiba-tiba termenung sendiri.
Tak ada keluarga yang akan bangga padanya.
Tidak! Tiada orang tua yang dapat dibahagiakannya.
Tentu saja.
Untuk apa ini semua? Percuma saja karena ia hidup sebatang kara, tak punya siapa-siapa, walaupun kini sudah punya apa-apa, pikirnya.


Singkat cerita, akhirnya sang putri mengeluh tiada berkesudahan.
Aku inginkan kebahagiaan katanya.
Jadilah ia putri yang sangat cantik jelita nan kaya raya, tapi sayang muram hatinya.
Kini tiada lagi senyum dibibirnya, meskipun hanya seulas.
Tiada lagi mata yang berbinar-binar ataupun suara ramah yang menyapa serta tawa yang renyah menyejukkan telinga bagi siapa saja yang mendengarnya.

Ya Tuhan, aku mau kebahagiaan. Kenapa Kau tidak memberikanku kebahagiaan?

Begitu, do'a yang tiap hari ia panjatkan. Entah do'a atau tuntutan.
Lupalah ia dengan kesuksesannya
Lupalah ia dengan segala kecantikannya.
Lupalah ia dengan hari-hari yang telah berhasil dilewati dengan kesendiriannya itu...
Hari berganti bulan, bulan berganti tahun. Dan meski tahun tidak berganti zaman, masih tetap di zaman dahulu kala.
Kini semua, tinggallah ia dengan rasa tidak puas dan putus asa. Tidak puas karena ia merasa Tuhan tidak menjawab do'anya, memberikannya kebahagiaan. Rasa yang sebenarnya berasal dari hati dan pikirannya sendiri.

Begitulah kita...

Dongeng sebelum tidur dan sesudah makan.

0 komentar

Pada jaman dahulu kala, sebelum ada aku, kamu dan dia.
Aku baik-baik saja.
Soalnya aku masih didalam kandungan ibuku.
Kemudian aku bayik-bayik saja.
Setelah ibu melahirkanku.
Aku ini anak siapa? Tanyaku dalam hati kala itu, mungkin.
Lalu ternyata aku bisa mengeluarkan suara yang aku sendiri tak tahu artinya. Mamma.
Sebentuk di depanku bereaksi. Samar-samar kudengar ia mengeluarkan suara sepertiku. Mamma mamma!
Aku pun mengikutinya kembali mengeluarkan suara Mamma! Mamma!
Tiba-tiba aku seperti melayang keatas, dan aku pun dihujani air dari ah aku tak tahu namanya apa itu. Lalu sejak saat itu, sebentuk di depanku. Ku sebut mamma!
Akhir cerita, ceritanya berakhir. The end.


Note; tulisan ini ditulis dengan niat yang jelas meski kurang giat.

Se(m)bab itu Ja(t)uh Ci(n)ta

0 komentar

Mungkinkah aku Jatuh cinta pada seseorang yang memedulikanku saja tidak.
Ia tidak membawakan helm saat berkencan denganku atau malah hanyalah aku yang menganggap pertemuan adalah kencan.

Mungkinkah aku Jatuh cinta pada seseorang yang menginginkanku untuk bersamanya lebih lama pun tidak.
Ia merokok saat bersama dan menghembuskan asapnya kuat-kuat.

Mungkinkah aku Jatuh cinta pada seseorang yang mencintaiku pun tidak.
Cintaku tulus apa adanya, cintanya tulus ada padanya.

Mungkinkah aku Jatuh cinta pada seseorang yang memedulikanku pun tidak, menginginkanku untuk bersamanya lebih lama pun tidak, terlebih lagi mencintaiku pun tidak.

Mungkinkah Sebab ja(t)uh cinta, haruskah cinta makin terasa jauh setiap kali jatuh.

Mungkinkah Sebab jatuh ci(n)ta, haruskah cinta hanyalah sebagai cita-cita semata.

Mungkinkah Sebab jatuh cinta, haruskah sembab oleh air mata.

Ah, marilah berkonspirasi.. Yahudahlahyah. #selfpukpuk

Halo, kamu!

0 komentar

Halo, Kamu!
Dimana kabarku?
Tak tahukah bahwa di setiap debaran jantungku menantikanmu menanyakan kabar.
Kabar yang mana sudah aku siapkan tentunya atas kesabaranku yang tak berdasar kadarnya untuk dirimu yang tak kunjung sadar.

Kabarku baik-baik saja, nantinya ini jawabku.
Iya, seperti janjiku akan baik-baik saja meski kau tidak memilih aku, dan aku tak memili(h)kimu.
Hanya saja mungkin tak sama seperti waktu bersamamu, saat aku terlalu baik, dulunya ini anggapmu.

Kenapa bukan aku saja yang mulai menanyakan kabarmu?
Ah, bukannya aku yang tak mau menanyakan kabarmu terlebih dahulu.
Hanya saja aku terlarut oleh rasa takut.
Iya , terlampau takut menerima kenyataan bahwa jarak yang ada diantara kita tak cukup mampu melebarkan arti kehadiranku untukmu. Pun tak seperti halnya rinduku yang kian membesar, membusung lapar.

Halo, kamu!
Dimanakah sadarku?
BUKAN #30HariMenulisSuratCinta