Gajah mati meninggalkan gading.
Sedangkan gue ?
Sejak masih kecil, badannya. Gue suka berandai-andai nama gue masuk dibiography wikipedia.
Tapi, semenjak gue bertambah besar, badannya.
Gue menyadari beberapa hal... Dengan tampang pas-pasan gini, mustahil bisa mencetak nama di wiki lewat jalan artis. Penyanyi apalagi.
Dan akhirnya, jadilah gue penulis. Ya, penulis. Jalan ini gue pilih karena selain gak pake modal tampang, juga bukan karena jual tampang. Coba bayangin, gimana ngerinya tampang gue kalo uda dijualin?? Hih?!
Dan akhirnya... Berbekal jimat "Man Jadda Wajadda"
Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil.
Alhamdulilah, buku-buku gue terbit. Beberapa diantaranya malah best seller. Sekarang andai-andaian gue terkabul. Nama gue juga uda ada di wikipedia.
Dan yang terutama dibalik semua itu, penghasilan gue sedikit demi sedikit bisa bantu keluarga.
Akhir kata, Mengutip kata-kata Bang Rhoma: "Banyak jalan menuju saya."
Ternyata memang benar, Banyak jalan menuju keberhasilan.
Salah satunya dengan berkhayal seperti saya saat ini.
Terima apa adanya , atau ada apanya ?
Sebelum mengatakan, Saya ingin mencari seorang yang mau menerima saya apa adanya.
Coba katakan, Apakah saya bisa menerima seseorang yang tidak bisa menerima apa adanya ? Jika tidak, saya juga tidak bisa menerima dia apa adanya.
#LianQuotes
*terinspirasi oleh Deanzo Supertramp yang saat itu menginginkan seorang istri yang mau menerima dia apa adanya.
Coba katakan, Apakah saya bisa menerima seseorang yang tidak bisa menerima apa adanya ? Jika tidak, saya juga tidak bisa menerima dia apa adanya.
#LianQuotes
*terinspirasi oleh Deanzo Supertramp yang saat itu menginginkan seorang istri yang mau menerima dia apa adanya.
Kali ini juga... Alitt Susanto, Aku Padamu!
Kali ini gue akan mengawali notes ini dengan mengucap, kali ini.
Banyak banget sebenernya kali ini kata-kata kali ini yang ingin gue ketik kali ini.
Entah kenapa, kali ini kata-kata kali ini selalu terngingang di hati gue...
Ah shit! Bener-bener racun.
Ngomong-ngomong tentang shit dan racun, gue jadi keinget sama akun paling racun yang gue follow di twitter. Shitlicious, alias Bang Alitt Susanto. Eh sebenernya gue enggak keinget ding, tapi emang mau pamer dan emang pengen dinyambung-nyambungin. Karena eh karena, gara-gara dia, jumlah visitor blog gue yang cuma seimprit nanjak sekitar 2500-an. *Yeaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhh!
Semua ini berawal dari postingan gue pada bulan agustus 2011 di blog tentang dia yang isinya cuma :
Udah gitu doang.
Nah, desember lalu tiba-tiba postingan gue "keditek" sama dia.
Kalo gue rasa sih hasil dari googlingan nama dia. Trus dipublish-lah blog gue itu di twitternya.

Dan yah, walaupun folowwer dia ada 80000-an. Dan walaupun yang nengok blog gue cuma
2500-an. #Pffffffffffft gue alhamduliah sesuatu buanget. Apalagi artinya, dia juga secara gak langsung "respect" dengan apa yang orang lain tulis tentang dia. Trus doi pernah cerita kalo dia itu user mig33 dan juga penyuka Detektif, macem Agatha Christie :) Padamu buanget deh, kaks!
PS: Eh btw, kalo ada yang beneran belom tau siapa dia. Dia adalah penulis buku favorite gue saat ini. Bukan, bukan bukunya yang bikin gue suka. Tapi kepribadian pencitraan dia selama di twi.... *bersambung kapan-kapan* *dadah dadah*
#Heeeeeeehhhh??
Banyak banget sebenernya kali ini kata-kata kali ini yang ingin gue ketik kali ini.
Entah kenapa, kali ini kata-kata kali ini selalu terngingang di hati gue...
Ah shit! Bener-bener racun.
Ngomong-ngomong tentang shit dan racun, gue jadi keinget sama akun paling racun yang gue follow di twitter. Shitlicious, alias Bang Alitt Susanto. Eh sebenernya gue enggak keinget ding, tapi emang mau pamer dan emang pengen dinyambung-nyambungin. Karena eh karena, gara-gara dia, jumlah visitor blog gue yang cuma seimprit nanjak sekitar 2500-an. *Yeaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhh!
Semua ini berawal dari postingan gue pada bulan agustus 2011 di blog tentang dia yang isinya cuma :
Mungkin banyak yang bertanya-tanya, siapa sih Alitt Susanto ?Yap, bagi yang belom tau, dia adalah penulis buku favorite gue saat ini. Bukan, bukan bukunya yang bikin gue suka. Tapi kepribadian pencitraan dia selama di twi.... *bersambung kapan-kapan* *dadah dadah*
Udah gitu doang.
Nah, desember lalu tiba-tiba postingan gue "keditek" sama dia.
Kalo gue rasa sih hasil dari googlingan nama dia. Trus dipublish-lah blog gue itu di twitternya.

Dan yah, walaupun folowwer dia ada 80000-an. Dan walaupun yang nengok blog gue cuma
2500-an. #Pffffffffffft gue alhamduliah sesuatu buanget. Apalagi artinya, dia juga secara gak langsung "respect" dengan apa yang orang lain tulis tentang dia. Trus doi pernah cerita kalo dia itu user mig33 dan juga penyuka Detektif, macem Agatha Christie :) Padamu buanget deh, kaks!
PS: Eh btw, kalo ada yang beneran belom tau siapa dia. Dia adalah penulis buku favorite gue saat ini. Bukan, bukan bukunya yang bikin gue suka. Tapi kepribadian pencitraan dia selama di twi.... *bersambung kapan-kapan* *dadah dadah*
#Heeeeeeehhhh??
Sebuah hestek Ngacobetngaco...
Beberapa tipe orang gendut dilihat dari tasnya :
Tas kecil: memiliki obsesi kurus yang sangat tinggi. Tipe seperti ini tipikal yang sangat optimis, bahkan ia menganggap, tak ada baju kecil yang muat, tas pun jadi.
Tas besar: cenderung gak kurus-kurus. Tipe seperti ini menganggap, Akhirnya ada yang lebih besar dibanding bodinya.
Tas se...
Merasa ketikan diatas ngaco abis ? Maklum lah, guenya yang bikin juga lagi ngaco-sengaconya.
Tapi, emang bener sih. Ini murni curcolan gue, secara kalo lagi make tas.. suka mikir gitu.
Emang make tas pake mikir ? Dikit dikit mikir, dikit dikit mikir.. Mikir kok dikit dikit. #Pfffffffffft
Btw, entah kenapa wanita emang paling gak puas sama bodinya. Selalu aja merasa gendut, walau aslinya kurus. Tapi, gue juga suka heran kalo di angkot, udah tau gendut, tapi tetep aja mau nyempil-nyempil. Situ kurus ? *Nanya ke kaca...
Yah, begitulah wanita. Susah dimengerti. Padahal wanita katanya ingin dimengerti. Sayangnya, wanita itu emang susah dimengerti. Gue pun sebagai makhluk yang katanya susah dimengerti, juga ingin dimengerti. Karena gue wanita, yang ingin dimengerti. Ngerti ?
Udah gitu doang.
#NP Ada Band - Karena Wanita (ingin dimengerti)
Sepi New Year!
Tahun baru kali ini seperti biasa, di rumah aja, sama mama dan papa. Gak ada acara BBQ-an, maupun jamuan ala taun baruan. Cuma malam minggu biasa. Gak ada pacar, gak ada acara spesial.
Ini ironi-ku, apa ironi-mu ?
Beberapa hari yang lalu, gue sempet nge- #DamnItsTrue dan #IroniAdalah pas ngebaca salah satu updatetan status facebook temen. Namanya Mirna Ermawati, dia seorang gadis manis yang mau berteman dengan siapa saja, termasuk berteman dengan seorang gadis yang manis pula (maksudnya gue :P ). Dia seorang ukhti yang saat ini PPnya bertudung oranye (kalo mata gue gak buta warna sih), seorang guru yang baru saja berhasil mencetakkan namanya disalah satu daftar penulis dibuku kumpulan cerpen (Woooooooooooow!Congerat yah Na :)).
Btw kemaren sambil nge-Like statusnya gue jadi bertanya-tanya, apa inspirasi statusnya dateng dari lebar gadgetnya ? Secara sekarang sepertinya doi ngandroidtan sih. Nah, langsung aja ini updatetannya :
Oya, sebenernya gara-gara twitter, kayanya banyak kata-kata yang menurut gue dulunya "baku" jadi kata-kata gahul sekarang. Macem galau, pencitraan dan ironi. Dan semenjak hestek #IroniAdalah keluar gue lebih ngerasa mendalami dan menghayati makna ironi sesungguhnya dibanding waktu belajar di sd dulu. hehe :P
Hasil googlingan dari wikipedia:
Ironi adalah salah satu jenis majas dalam Bahasa Indonesia. Ironi adalah majas yang mengungkapkan sindiran halus. Contoh:
Kota Jakarta sangatlah indah dengan sampah-sampahnya
Kalo dipikir, Ironi juga sebenernya ada di kehidupan gue sehari-hari.
Ironi ada pada saat gue menyadari hp gue banyak, dengan nomer yang sengaja berbeda-beda. Biar murahin tarif gitu. Ada kartu As, Axis, Esia, im3. Tapi yah, ujung-ujungnya bukan nomer gue yang ditanya, tapi Pin BB! *Kacrut!
Ironi ada pada saat gue menyadari hp gue banyak, dengan nomer yang sengaja berbeda-beda. Biar murahin tarif gitu. Ada kartu As, Axis, Esia, im3. Tapi, Y U NO SMS, Y U NO MISCALL, Y U NO MISSME! #galaubetgalau
Ironi lainnya saat seseorang seperti gue ini, terdiam lama didepan rak supermarket yang berisi daging burger. Berusaha memilih dan menimbang-nimbang mana yang lebih murah dan "Worth it", penuh perhitungan mengeluarkan uang untuk membelinya, bahkan mungkin terkesan pelit. Tapi, melihat kondisi fisik "Mei Bodih" , agaknya semua orang tidak ragu lagi untuk setuju, bahwasanya gue malah sangat tidak perhitungan ataupun pelit saat memasukkan daging burger itu kedalam mulut dan memakannya tanpa sisa. Hap, Tinggal lep!
Lalu saat seseorang seperti gue ini, sekali lagi penuh perhitungan berlandaskan "hemat beb..." tapi nyatanya "keblenger". Gue rela "berbelanja" pulsa di konter yang jaraknya agak jauh dari rumah daripada konter pulsa terdekat, hanya karena perbedaan harga seribu rupiah. Padahal karena agak jauh dan melewati beberapa warung, sering tergoda untuk mampir sekedar membeli esteh serta cemilan lain seperti snack yang ditotal kurang lebih lima ribuan.
Ah dan yang terakhir ironi selalu ada saat dimana ada sebuah ketikan panjang lebar seperti ini, yang menceritakan tentang sebuah ironi yang belum tentu benar kalau yang dia paparkan itu termasuk majas ironi yang padahal isi ketikannya telah dipikirkannya berulang kali sampai mengoogling segala dan begitu seriusnya sampai tidak melihat ada chat masuk hingga dicap Sombong dan ketikan ironinya dipublish di facebook yang mempunyai teman berjumlah ratusan, tanpa ada satupun dari mereka ini yang membacanya.
IRONIS!
Nah, ini ironi-ku, apa ironi-mu ?
Btw kemaren sambil nge-Like statusnya gue jadi bertanya-tanya, apa inspirasi statusnya dateng dari lebar gadgetnya ? Secara sekarang sepertinya doi ngandroidtan sih. Nah, langsung aja ini updatetannya :
"Gadget dan social media mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat."
Ketemuan sama teman/pacar tapi sibuk sama gadgetnya masing-masing.
Dunia tak selebar layar gadgetmu, kawan..
Oya, sebenernya gara-gara twitter, kayanya banyak kata-kata yang menurut gue dulunya "baku" jadi kata-kata gahul sekarang. Macem galau, pencitraan dan ironi. Dan semenjak hestek #IroniAdalah keluar gue lebih ngerasa mendalami dan menghayati makna ironi sesungguhnya dibanding waktu belajar di sd dulu. hehe :P
Hasil googlingan dari wikipedia:
Ironi adalah salah satu jenis majas dalam Bahasa Indonesia. Ironi adalah majas yang mengungkapkan sindiran halus. Contoh:
Kota Jakarta sangatlah indah dengan sampah-sampahnya
Kalo dipikir, Ironi juga sebenernya ada di kehidupan gue sehari-hari.
Ironi ada pada saat gue menyadari hp gue banyak, dengan nomer yang sengaja berbeda-beda. Biar murahin tarif gitu. Ada kartu As, Axis, Esia, im3. Tapi yah, ujung-ujungnya bukan nomer gue yang ditanya, tapi Pin BB! *Kacrut!
Ironi ada pada saat gue menyadari hp gue banyak, dengan nomer yang sengaja berbeda-beda. Biar murahin tarif gitu. Ada kartu As, Axis, Esia, im3. Tapi, Y U NO SMS, Y U NO MISCALL, Y U NO MISSME! #galaubetgalau
Ironi lainnya saat seseorang seperti gue ini, terdiam lama didepan rak supermarket yang berisi daging burger. Berusaha memilih dan menimbang-nimbang mana yang lebih murah dan "Worth it", penuh perhitungan mengeluarkan uang untuk membelinya, bahkan mungkin terkesan pelit. Tapi, melihat kondisi fisik "Mei Bodih" , agaknya semua orang tidak ragu lagi untuk setuju, bahwasanya gue malah sangat tidak perhitungan ataupun pelit saat memasukkan daging burger itu kedalam mulut dan memakannya tanpa sisa. Hap, Tinggal lep!
Lalu saat seseorang seperti gue ini, sekali lagi penuh perhitungan berlandaskan "hemat beb..." tapi nyatanya "keblenger". Gue rela "berbelanja" pulsa di konter yang jaraknya agak jauh dari rumah daripada konter pulsa terdekat, hanya karena perbedaan harga seribu rupiah. Padahal karena agak jauh dan melewati beberapa warung, sering tergoda untuk mampir sekedar membeli esteh serta cemilan lain seperti snack yang ditotal kurang lebih lima ribuan.
Ah dan yang terakhir ironi selalu ada saat dimana ada sebuah ketikan panjang lebar seperti ini, yang menceritakan tentang sebuah ironi yang belum tentu benar kalau yang dia paparkan itu termasuk majas ironi yang padahal isi ketikannya telah dipikirkannya berulang kali sampai mengoogling segala dan begitu seriusnya sampai tidak melihat ada chat masuk hingga dicap Sombong dan ketikan ironinya dipublish di facebook yang mempunyai teman berjumlah ratusan, tanpa ada satupun dari mereka ini yang membacanya.
IRONIS!
Nah, ini ironi-ku, apa ironi-mu ?
Setelah tanggal dua puluh
Setelah tanggal dua puluh, ya hari ini!
Setelah tanggal dua puluh, pastinya sih tanggal dua puluh satu.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kutipan doa diatas bukanlah sebuah kutipan sinetron Safa Marwah belaka. Bukan juga tugas karangan dari sekolah. Ngomong-ngomong sekolah, rasanya masih keinget dulu gimana malesnya kalo disuruh bikin tugas ngarang. Tapi, lucunya sekarang pas uda lulus, maunya ngarang mulu. Apalagi kalo ngarang update status atau twitter! Juaraaaaaaaaaaaaaaaaa!
Btw, sebenernya nikah buat sekarang ini bukan suatu tuntutan di keluarga gue. Secara yah, kakak-kakak gue uda pada merit. Dan umur gue juga masih tergolong muda, dua puluh tahun titik. Tapi, gara-gara obrolan diruang tamu bikin gue mikir buat MERIT SOON (baca: langsing dan nikah segera).
Yeaaaaaaaaaaaaaah, i wanna merit soon! Ya, Segera! Mungkin kalo ini termasuk resep dokter uda ada kode tulisan CITO-nya kali yah. Bener-bener CITO. Bener-bener Segera!
Yeaaaaaaaaaaaaaah, semua gara-gara obrolan di ruang tamu tadi
Coba ka ipul uda kenal asuk icung sama apak itat , pasti seru deh!
Coba ka ipul nikah sama ci titin lima tahun yang lalu waktu asuk sama apak masi ada....
Coba asuk sama apak masih idup...
Dan yah, mau-gak-mau timbul sebuah pengandaian kecil juga dalam hati gue,
T________________________________________________________________________________T
Back to JUDUL,
Memasuki tanggal dua puluh hampir setiap bulannya, entah kenapa emang obrolan-di-rumah-atau-ingetan-di-otak secara gak sengaja "Whats on Your Mind-nya atau Trending Topics-nya" om gue yang uda almarhum. Terutama yah, yang pernah serumah, Asuk Icung sama Apak Itat.
Memasuki tanggal dua puluh, sering timbul pertanyaan sebelum gue tidur: Besok malem mimpiin mereka gak yah ?
Dan pertanyaan itu terjawab setelah tanggal dua puluh, karena ya.. biasanya sih emang gue pasti mimpiin mereka hampir setiap bulannya.
Setelah tanggal dua puluh, ya hari ini! Here i wish...
Setelah tanggal dua puluh, pastinya sih tanggal dua puluh satu.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tuhan,
Pertemukanlah segera diri ini dengan jodoh yang telah digariskan oleh-Mu.
Dan perkenankanlah segera agar bisa menunaikan salah satu ibadah-Mu, yaitu menikah.
Tak lain supaya, Ia (Jodohku) serta anak-anakku nanti dapat segera dan lebih lama mengenal keluarga-keluargaku yang telah kau beri sebagai nikmat dihidupku.
Kutipan doa diatas bukanlah sebuah kutipan sinetron Safa Marwah belaka. Bukan juga tugas karangan dari sekolah. Ngomong-ngomong sekolah, rasanya masih keinget dulu gimana malesnya kalo disuruh bikin tugas ngarang. Tapi, lucunya sekarang pas uda lulus, maunya ngarang mulu. Apalagi kalo ngarang update status atau twitter! Juaraaaaaaaaaaaaaaaaa!
Btw, sebenernya nikah buat sekarang ini bukan suatu tuntutan di keluarga gue. Secara yah, kakak-kakak gue uda pada merit. Dan umur gue juga masih tergolong muda, dua puluh tahun titik. Tapi, gara-gara obrolan diruang tamu bikin gue mikir buat MERIT SOON (baca: langsing dan nikah segera).
Yeaaaaaaaaaaaaaah, i wanna merit soon! Ya, Segera! Mungkin kalo ini termasuk resep dokter uda ada kode tulisan CITO-nya kali yah. Bener-bener CITO. Bener-bener Segera!
Yeaaaaaaaaaaaaaah, semua gara-gara obrolan di ruang tamu tadi
Coba ka ipul uda kenal asuk icung sama apak itat , pasti seru deh!
Coba ka ipul nikah sama ci titin lima tahun yang lalu waktu asuk sama apak masi ada....
Coba asuk sama apak masih idup...
Dan yah, mau-gak-mau timbul sebuah pengandaian kecil juga dalam hati gue,
Coba suami gue dan anak-anak gue nanti uda kenal asuk sama apak...
Coba....
T________________________________________________________________________________T
Back to JUDUL,
Memasuki tanggal dua puluh hampir setiap bulannya, entah kenapa emang obrolan-di-rumah-atau-ingetan-di-otak secara gak sengaja "Whats on Your Mind-nya atau Trending Topics-nya" om gue yang uda almarhum. Terutama yah, yang pernah serumah, Asuk Icung sama Apak Itat.
Memasuki tanggal dua puluh, sering timbul pertanyaan sebelum gue tidur: Besok malem mimpiin mereka gak yah ?
Dan pertanyaan itu terjawab setelah tanggal dua puluh, karena ya.. biasanya sih emang gue pasti mimpiin mereka hampir setiap bulannya.
Setelah tanggal dua puluh, ya hari ini! Here i wish...

